
Dalam dunia fisika, semua fenomena alam dapat dipelajari dengan cara mengukur dan membandingkan. Untuk itu, para ilmuwan menggunakan besaran dan satuan fisika agar hasil pengamatan dapat dinyatakan secara akurat dan universal. Konsep ini menjadi dasar dari seluruh pengukuran ilmiah—baik di laboratorium, dunia teknik, maupun kehidupan sehari-hari.
Besaran fisika adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka beserta satuannya. Misalnya, panjang meja 2 meter, massa benda 5 kilogram, atau waktu tempuh 10 detik. Ketiganya memiliki nilai (angka) dan satuan yang digunakan untuk menjelaskan hasil pengukuran.
Sedangkan satuan adalah acuan atau pembanding yang digunakan untuk menyatakan hasil pengukuran suatu besaran. Tanpa satuan, angka hasil pengukuran tidak akan bermakna. Contohnya, menyebut “jarak 5” tanpa satuan tidak menjelaskan apakah itu 5 meter, 5 kilometer, atau 5 sentimeter.
Secara umum, besaran dalam fisika dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
Besaran pokok adalah besaran dasar yang tidak diturunkan dari besaran lain. Terdapat tujuh besaran pokok yang digunakan dalam Sistem Internasional (SI):
| No | Besaran Pokok | Satuan SI | Simbol Satuan |
|---|---|---|---|
| 1 | Panjang | meter | m |
| 2 | Massa | kilogram | kg |
| 3 | Waktu | sekon | s |
| 4 | Arus listrik | ampere | A |
| 5 | Suhu termodinamis | kelvin | K |
| 6 | Jumlah zat | mol | mol |
| 7 | Intensitas cahaya | candela | cd |
Contoh penerapannya sehari-hari:
Setiap satuan pokok di atas memiliki definisi ilmiah yang disepakati secara internasional untuk menjamin keseragaman hasil pengukuran.
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Contohnya dapat dilihat pada tabel berikut:
| Besaran Turunan | Rumus | Satuan SI | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Luas | panjang × panjang | m² | Menyatakan ukuran dua dimensi permukaan. |
| Volume | panjang × panjang × panjang | m³ | Mengukur kapasitas ruang tiga dimensi. |
| Kecepatan | panjang / waktu | m/s | Menunjukkan jarak tempuh per satuan waktu. |
| Percepatan | kecepatan / waktu | m/s² | Perubahan kecepatan setiap satuan waktu. |
| Gaya | massa × percepatan | N (newton) | Menyatakan dorongan atau tarikan pada benda. |
| Tekanan | gaya / luas | Pa (pascal) | Mengukur gaya per satuan luas. |
| Energi | gaya × jarak | J (joule) | Menunjukkan kemampuan melakukan kerja. |
| Daya | energi / waktu | W (watt) | Laju penggunaan energi. |
Dari tabel di atas terlihat bahwa setiap besaran turunan dapat dijelaskan menggunakan kombinasi besaran pokok seperti meter, kilogram, dan sekon. Misalnya, 1 Newton (N) sama dengan 1 kg·m/s².
Untuk menghindari perbedaan dalam pengukuran, para ilmuwan menetapkan Sistem Internasional (SI) sebagai standar satuan global. Namun, sebelum sistem SI disepakati, dikenal beberapa sistem lain seperti:
Kini, sistem SI menjadi satu-satunya sistem satuan yang digunakan secara resmi dalam dunia pendidikan, penelitian, dan industri.
Mengapa besaran dan satuan begitu penting dalam fisika?
Setiap besaran diukur menggunakan alat ukur tertentu. Berikut contoh alat ukur yang umum digunakan dalam fisika:
| Besaran | Alat Ukur | Contoh Hasil Pengukuran |
|---|---|---|
| Panjang | Penggaris, meteran, jangka sorong | 1,25 m |
| Massa | Neraca, timbangan digital | 500 g |
| Waktu | Stopwatch, jam digital | 2,5 s |
| Suhu | Termometer | 37 °C |
| Arus listrik | Amperemeter | 0,5 A |
| Tegangan listrik | Voltmeter | 220 V |
Ketelitian alat ukur disebut presisi, sedangkan ketepatan hasil dibandingkan nilai sebenarnya disebut akurasi. Dalam eksperimen, kedua hal ini sangat penting untuk mendapatkan data yang dapat dipercaya.
Nilai hasil pengukuran fisika sering kali sangat besar atau sangat kecil. Untuk mempermudah penulisan, digunakan notasi ilmiah.
Contoh:
Selain itu, setiap hasil pengukuran memiliki angka penting yang menunjukkan tingkat ketelitian alat ukur. Misalnya, 2,35 m memiliki tiga angka penting, menunjukkan bahwa hasil pengukuran memiliki ketelitian hingga 0,01 m.
Analisis dimensi digunakan untuk memeriksa kesesuaian rumus secara matematis. Contohnya:
Jika dimensi di kedua sisi persamaan sama, maka rumus tersebut benar secara dimensional. Inilah cara sederhana untuk memverifikasi persamaan fisika tanpa menghitung nilai numerik.
Beberapa contoh penerapan besaran dan satuan yang sering kamu temui:
Semua kegiatan tersebut menunjukkan betapa pentingnya satuan fisika dalam aktivitas manusia.
Besaran dan satuan fisika merupakan dasar dari seluruh pengukuran ilmiah. Dengan memahami besaran pokok, besaran turunan, serta sistem satuan internasional (SI), kamu dapat melakukan pengukuran secara akurat dan konsisten.
Setiap hasil pengukuran harus mencantumkan angka dan satuan agar memiliki makna ilmiah yang jelas. Mulai dari jarak, massa, waktu, hingga energi—semuanya dinyatakan dalam satuan baku yang disepakati dunia.
Pemahaman tentang besaran dan satuan tidak hanya penting untuk pelajar, tetapi juga untuk ilmuwan, insinyur, dan semua orang yang bekerja dengan data dan pengukuran. Karena dari hal inilah, seluruh hukum fisika dan teknologi modern dibangun.