Uniknya Souvenir Asian Games 1962

Pada tahun 1962 Indonesia untuk pertama kali nya menjadi tuan Rumah pagelaran Asian Games yang ke 4 atau pesta olahraga yang terbesar di Asian, mulai tanggal 24 Agustus 1962 samlai 4 September 1962. Jumlah Atlet nya kala itu sekitar 1.460 dari 17 Negara yang berpatisipasi untuk merebutkan medali pada 15 cabang yang di pertandingkan. Peran sebagai tuan Rumah merupakan ajang yang besar untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Indonesia kala itu.

Maka Tak heran pada masa Bapak Soekarno Indonesia, Khususnya Jakarta melakukan Pembenahan besar-besaran Seperti Membangun Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Stadion Renang berkapasitas 8.000 penonton, Stadion Tenis berkapasitas 5.200 penonton, Stadion Madya (sebelumnya disebut Small Training Football Field stau STTF) berkapasitas 20.000 penonton yang berdiri di area seluas 1.75 hektar dengan sumbu panjang 176.1 meter, sumbu pendek 124.2 meter dan dilengkapi dengan 2 tribun, semuanya selesai dibangun dalam waktu satu tahun.

Bahkan Bapak Soekarno menambahkan insfrastruktur lain dengan membangun Kompleks Olahraga dan Stadion Senayan yang megah, pembangunan jalan baru termasuk Jalan M.H. Thamrin,Gatot Subroto dan Jembatan Semanggi, Hotel Indonesia hingga TVRI semua dapat diselesaikan tepat waktu. Selain itu dibangun pula Monumen Selamat Datang yang digagas Presiden Soekarno sebagai lambang keramahan bangsa Indonesia menyambut para peserta Asian Games.

Vinyl Atau Piringan Hitam

Piringan hitam – Gambar oleh: instagram.com/musiklawasindonesia/

Cendera mata nya waktu itu adalah vinyl empat seri yang berisikan lagu-lagu daerah/nasional Indonesia. Antaranya ‘Hallo Hallo bandung’, ‘Rasa Sayange’, dan ‘Caca Marica’. Empat seri piringan tersebut berukuran 10 Inci Lagu itu ada pada piringan hitam Part 3−Side 1−Tracklist 4 (lirik) dan Part 4−Side 1−Tracklist 8 (instrumental). Album-album piringan hitam itu diproduksi Lokananta Records. Khusus untuk lagu ‘Rasa Sayange’ dari Maluku pada Part 3 bersyukurnya ada, karena pada tahun 2007 Malaysia mengklaim bahwa lagu tersebut adalah milik mereka. Selain piringan Hitam Asian Games memperoduksi Cenderamata berupa Jam tangan

Jam Tangan Sebagai Cinderamata

Souvenir jam asian games

Jadi jam tangan ini begitu populer pada tahun 1962 sehingga banyak sekali peminat nya dan mudah didapatkan pada waktu itu. Kurangnya Informasi semakin membuat jam ini menjadi daya tarik bagi para kolektor barang antik maupun kolektor jam tangan antik. Ditambah lagi jumlah jam tangan Asian Games 1962 ini sudah semakim sulit di cari dan di koleksi. -KASKUS.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *