Hustler You need three things to create a successful startup: to start with good people, to make something customers actually want, and to spend as little money as possible. Go Ahead!

Persaingan di Tingkat Makro dan Analisis Kekuatan Kompetitif

2 min read

Perdagangan (trade) adalah pertukaran sukarela terhadap barang, jasa, aset, atau uang antara satu orang atau organisasi dengan yang lain. Oleh karena itu sifatnya sukarela, kedua pihak dari transaksi tersebut harus meyakini bahwa mereka mendapatkan keuntungan dari pertukaran tersebut atau mereka tidak akan melakukannya.Perdagangan Internasional (Internasional trade) adalah perdagangan antarpenduduk dari dua negara. Penduduk tersebut dapat berupa individu, perusahaan, organisasi nirlaba, atau bentuk-bentuk asosiasi lainnya.

Mengapa Perdagangan internasional terjadi ? jawabannya secara langsung mengukuti definisi kita mengenahi perdagangan : Kedua pihak dari transaksi tersebut, yang kebetulan tinggal dua negara yang berbeda, meyakini bahwa mereka mendapatkan keuntungan dari pertukaran sukarela tersebut. Dibalik kebenaran sederhana ini terdapat banyak teori ekonomi, praktik bisnis, kebijakan pemerintah, dan konflik internasional-topik yang akan kita bahas dalam bab ini.

Oleh karena itu dari signifikan dalam perdagangan internasional terhadap bisnis, konsumen, dan pekerjaan, para sarjana telah berusaha mengembangkan teori untuk menjelaskan dan memprediksi kekuatan-kekuatan yang memotivasi perdagangan tersebut. Pemerintah menggunakan teori-teori ini ketika mereka ingin mendesain kebijakan yang diharapkan akan menguntungkan industri dan warga negara mereka. Manajer menggunakan untuk mengidetifikasi pasar yang menjanjikan dan strategi internasional yang menguntungkan.

  • Strategi untuk memasuki pasar persaingan ditingkat Makro

Dalam perdagangan atau dunia bisnis secara internasional perlu adanya cara untuk memilih dalam memasuki pasar persaingan ditingkat makro maka dengan adanya strategi untuk masuk dalam persaingan secara kompetitif.

Cara pemilihan dalam memasuki pasar persaingan ditingkat makro :

  1. Pertahankan (satu negara) barang nasional basis produksi dan ekspor ke pasar luar negeri, baik menggunakan saluran distribusi ke depan perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan asing.
  2. Lisensi asing untuk menggunakan teknologi perusahaan guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk perusahaan.
  3. Menggunakan strategi waralaba.
  4. Ikuti strategi yang di pakai oleh banyak negara, berbagai pendekatan strategis perusahaan (mungkin sedikit, mungkin banyak) dari negara ke negara sesuai dengan kondisi lokal dan berbeda selera dan preferensi pembeli.
  5. Ikuti strategi global, dengan menggunakan pendekatan dasarnya strategi yang sama kompetitif di semua pasar negara di mana perusahaan memiliki suatu kehadiran.
  6. Gunakan aliansi strategis atau usaha patungan dengan perusahaan asing sebagai kendaraan utama memasuki pasar luar negeri.

Ada beberapa strategi dasar bagi perusahaan untuk memasuki pasar luar negeri:

  1.  Export Strategy

Mempertahankan produksi berbasis nasional dan mengekspor barang-barang ke pasar luar negeri dengan menggunakan jalur pengawasan distribusi. Dengan memakai pabrik dalam negeri (domestik) sebagai suatu basis produksi untuk mengekspor barang-barang keluar negeri adalah suatu strategi yang terbaik untuk mengejar penjualan internasional. Keuntungan dari strategi ekspor ini antara lain meminimumkan risiko dan peryaratan modal dan meminimumkan investasi secara langsung di negara-negara asing. Suatu strategi ekspor mudah diserang jika biaya-biaya manufaktur di negara asal lebih besar daripada di negara-negara asing ketika pesaing-pesaing mempunyai pabrik, selain itu juga melibatkan biaya shipping yang tinggi serta fluktuasi yang merugikan dan pertukaran nilai tukar mata uang. Strategi ekspor rentan ketika biaya produksi (1) di dalam negeri jauh lebih tinggi daripada di negara-negara asing di mana saingan memiliki tanaman, (2) biaya pengiriman produk ke pasar luar negeri jauh relatif tinggi, atau (3) pergeseran buruk terjadi pada nilai tukar mata uang.

  1. Licensing Strategy

Strategi ini dilakukan jika perusahaan mempunyai kemampuan secara teknis tetapi tidak mempunyai kemampuan secara internasional untuk memasuki pasar luar negeri dan adanya keinginan untuk menghindari risiko pada saat mengirimkan atau memasukkan sumberdaya ke pasar yang mana tidak lazim, kondisi politik yang mudah berubah dan ketidakstabilan ekonomi.

  1. Franchising Strategy

Strategi ini dilakukan oleh perusahaan jasa dan retail yang melakukan ekspansi global. Keuntungan strategi ini antara lain franchises membawa serta biaya-biaya dan risiko dalam menetapkan lokasi/tempat aktivitasnya dan juga franchisor hanya melakukan pengeluaran untuk rekruitmen sumberdaya manusia, pelatihan. Kerugiannya adalah bahwa franchisor harus selalu menjaga kualitas dari produk tersebut. waralaba asing tidak selalu menunjukkan komitmen yang kuat untuk konsistensi dan standarisasi terutama ketika budaya lokal tidak menekankan kondisi sama masalah kualitas.Sementara lisensi bekerja dengan baik untuk memproduksi dan pemilik teknologi eksklusif, waralaba sering lebih sesuai dengan upaya ekspansi global bertahan dan perusahaan ritel.

  • Contoh dari persaingan ditingkat makro dalam bisnis Internasional

Negara Jepang Mampu bersaing di tingkat Makro.

Selama dekade tahun 1990 an, daya saing Jepang meningkat akibat kenaikan yen terhadap dolar yang dimanfaatkan oleh Jepang untuk menanamkan modal ke negara-negara Asia, untuk mengambil keuntungan dari buruh yang murah, lahan dan komponen-komponen pabrik yang murah. Selanjutnya mengekspor produk murah ke bagian dunia yang lain, termasuk melakukan impor dari cabang-cabang perusahaan Jepang di Asia tersebut, yangmemungkinkan dapat bersaing dengan produk AS dan Eropa di negaranya sendiri.

Persaingan Jepang dengan AS, banyak memberikan surplus perdagangan pada Jepang, sehingga memaksa AS membuat reaksi dengan beberapa kebijakan untuk membuka pintu impor Jepang terhadap AS. Persaingan Jepang dengan negara-negara Asia, dilakukan dengan strategi “hollowing out”, yakni perusahaan menutup fasilitas-fasilitas produksinya dan menjadi organisasi pemasaran dari perusahaan asing, tetapi perusahaan tersebut tetap melakukan fabrikasi dengan relokasi ke wilayah yang biayanya lebih murah. Strategi ini menciptakan kelompok regional yang mampu bersaing di tingkat dunia secara makro.

Hustler You need three things to create a successful startup: to start with good people, to make something customers actually want, and to spend as little money as possible. Go Ahead!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan artikel menarik dari kami, langganan sekarang!