Hustler You need three things to create a successful startup: to start with good people, to make something customers actually want, and to spend as little money as possible. Go Ahead!

Ketimpangan Sosial Sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi

3 min read

faktor ketimpangan sosial

Ketimpangan sosial yaitu sebuah ketidakadilan dalam status dan kedudukan yang dirasakan oleh masyarakat. ketimpangan sosial sendiri merupakan sebuah kondisi yang ada di tengah masyarakat yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan akibat adanya perbedaan aspek-aspek yang ada di masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya. Ketimpangan sosial dapat juga dilihat dari adanya perbedaan akses untuk mendapatkan atau memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Kamu juga bisa membaca tentang konsep dasar sosiologi dan hubungan sosial yang bisa menjadi referensimu.

Sumber daya tersebut adalah dapat berupa kebutuhan primer maupun sekunder. Contoh kebutuhan primer antara lain adalah kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Sedangkan contoh kebutuhan sekunder yaitu sarana saluran politik, sarana saluran hak azasi manusia,dan sebagainya.ketidaksamaan akses untuk mendapatkan atau memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Teori Ketimpangan Sosial

  • Teori Kolonialisme

Menurut Horrison, mereka menanamkan sebagian keuntungannya ke dalam persenjataan yang tangguh dan kapal cepat, kemudin digunakan untuk menyerbu negara yang lemah untuk dijadikan koloninya (Henslin, 2007). Makus kolonialisme di sini adalah untuk mengeksploitasi rakyat dan sumber daya suatu bangsa demi keuntungan negara kapitalis (induk).

  • Teori Sistem Dunia

Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Wallersten. Dia menganalisa bagaimana industrialisasi menghasilkan tiga kelompok bangsa, yaitu negara inti (negara yang lebih dulu melakukan industrialisasi dan mendominasi negara yang lemah), negara semiperiferi (negara yang bergantung pada perdagangan negara inti) dan negara periferi (negara pinggiran).

Globalisasi kapitalisme di sini berkembang dengan cepat dan diterima oleh negara-negara di sekelilingnya. Mereka saling terkait dan saling mempengaruhi dalam hal produksi dan perdagangan, misalnya yang terjadi antara Meksiko dan AS (Henslin, 2007).

  • Teori Ketergantungan (Dependensi)

Menganggap bahwa keterbelakangan sebagai akibat suatu sistem kapitalis internasional yang dominan (yang berbentuk perusahaan-perusahaan multinasional) dan bersekutu dengan elite lokal di Dunia Ketiga yang menggunakan kelebihan mereka yang istemewa untuk mempertahankan kedudukan mereka. Dunia ketiga adalah negara yang tidak masuk Dunia Pertama (negara kapitalis) dan Dunia Kedua (negara komunis).

  • Pendekatan Struktural

Cara lain untuk memandang ketimpangan dunia dalam hal kesejahteraan dan kekuasaan. Pendekatan ini memandang bahwa kemiskinan dan kebergantungan dunia ketiga tidak disebabkan oleh keputusan kebijakan yang sengaja dibuat di Amerika, Inggris atau Moscow.

Namun berasal dari struktur sistem internasional yang konstruksinya dibuat sedemikian rupa sehingga bangsa-bangsa pengekspor bahan mentah terpaksa kehilangan bagiannya dari keuntungan produksi (Clark, 1989).

Faktor-Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial dalam masyarakat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam individu (faktor internal) dan faktor dari luar individu (faktor eksternal). Dua faktor tersebut yang mencegah serta menghalangi sesorang untuk dapat mengakses atau memanfaatkan sumber daya dan kesempatan-kesempatan yang tersedia. Kedua faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang menghambat seseorang dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang berasal dari dalam. Faktor-faktor internal tersebut dapat dilihat dai rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Rendahnya kualitas sumber daya manusia tersebut dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki individu rendah, terbatasnya keterampilan individu yang dapat menopang kehidupan yang lebih baik, dan kualitas kesehatan yang rendah. Selain itu yang juga sangat berpengaruh yaitu adanya hambatan budaya atau dengan kata lain adanya budaya kemiskinan dilingkungan individu.

  • Faktor Eksternal

Factor eksternal merupakan factor yang berasal dari luar kemampuan individu. Factor dari luar yang dapat memperkecil seseorang untuk memanfaatkan kesempatan atau peluang dapat terjadi karena adanya kebijakan-kebijakanresmi dari birokrasi. Dapat pula dikatakan bahwa ketimpangan sosial merupakan akibat dari adanya hambatan-hambatan atau tekanan-tekanan struktural. Oleh karena itu muncullah istilah kemiskinan structural yang salah satu penyebabnya adalah kebijakan-kebijakan tersebut.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Alfian, Melly G. Tan dan Selo Sumarjan (1980:5) bahwa kemiskinan structural merupakan kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat karena struktur sosial masyarakat itu tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.

Kemiskinan structural tersebut meliputi kekurangan fasilitas pemukiman, kekurangan pendidikan, kekurangan komunikatif, kekurangan fasilitas untuk mengembangkan usaha dan mendapatkan peluang kerja dan kekurangan perlindungan hukum.

Setelah mengetahui mengenai konsep ketimpangan social, maka kita lihat bagamana ketimpangan sosial yang ada di dalam setiap segi kehidupan manusia. Ketimpangan sosial yang ada di masyarakat terjadi karena adanya perbedaan sosial dan stratiikasi sosial yang mencolok.

Dengan adanya ketimpangan sosial ini akan menimbulkan berbagai persoalan masyarakat yang kompleks, yang pada akhirnya akan mengganggu proses pembangunan ekonomi. Salah satu masalah yang muncul adalah masalah diskriminasi.

Diskriminasi tersebut dapat berupa diskriminasi ras,diskriminasi agama, dan diskriminasi gender. Mengingat masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk, yang memiliki kebergaman suku bangsa, agama, tradisi, norma, dan budaya yang sangat memungkinkan terjadinya disharmonisasi.

Ketimpangan sosial juga terjadi dalam dunia pendidikan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pendidikan merupakan awal munculnya stratifikasi. Dapat dilihat adanya perbedaan yang sangat signifikan mengenai pola pendidikan antara orang kaya dan orang miskin.

Beberapa indikator yang dapat dilihat dari ketimpangan sosial di bidang pendidikan ini antara lain, adanya perbedaan kualitas pendidikan antara si kaya dan miskin, adanya perbedaan kesempatan menempuh pendidikan dikarenakan biaya, dan sebagainya.

Bentuk-Bentuk Ketimpangan Sosial

Syamsul Hadi, dkk, (2004) mengatakan bahwa ada 6 ketimpangan yang terjadi, yaitu:

  1. Ketimpangan desa dan kota.
  2. Kesenjangan pembangunan diri manusia Indonesia.
  3. Ketimpangan antargolongan sosial ekonomi yang diperlihatkan dengan semakin meningkatnya kesenjangan ekonomi antara golongan-golongan dalam masyarakat.
  4. Ketimpangan penyebaran aset di kalangan swasta dengan ciri sebagian besar kepemilikan aset di Indonesia terkonsentrasi pada skala besar.
  5. Ketimpangan antarsektor ekonomi dengan ciri sebagian sektor, misalnya properti, mendapat tempat yang istimewa.
  6. Ketimpangan antarwilayah dan subwilayah dengan ciri konsentrasi ekonomi terpusat pada wilayah perkotaan, terutama ibu kota, sehingga daerah hanya mendapatkan konsentrasi ekonomi yang sangat kecil.
Hustler You need three things to create a successful startup: to start with good people, to make something customers actually want, and to spend as little money as possible. Go Ahead!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan artikel menarik dari kami, langganan sekarang!